Gubernur Andra: Elektrifikasi dan Double Track Kereta Rangkasbitung-Merak Jawab Kebutuhan Masyarakat
Sumber Gambar : PPID Dinas Perhubungan Provinsi BantenPemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Perhubungan Provinsi Banten lakukan Focus Group Discusion (FGD) membahas Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan elektrifikasi jalur kereta api lintas Rangkasbitung-Merak tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Grand Ballroom Le Dian Hotel & Cottages, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 88, Sumur Pecung, Kota Serang pada hari Jum’at, (02/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tahapan penyusunan dan pembahasan kajian kelayakan rencana elektrifikasi jalur kereta api Rangkasbitung-Merak sebagai upaya menyiapkan dasar perencanaan pengembangan transportasi perkeretaapian di Banten.
Rencana elektrifikasi tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan kereta api sekaligus memperkuat konektivitas antarkawasan di Provinsi Banten. Pengembangan jalur kereta api dinilai memiliki keterkaitan dengan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi yang terus mengalami pertumbuhan.
Pemerintah Provinsi Banten juga mendorong agar rencana elektrifikasi dapat berjalan beriringan dengan pengembangan jalur ganda (double track) pada lintas Rangkasbitung-Merak. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat peran transportasi publik sekaligus menunjang pertumbuhan ekonomi di wilayah Banten.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pengembangan infrastruktur perkeretaapian tersebut merupakan bagian dari upaya menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang semakin terhubung dan efisien.
“ini merupakan inisiasi untuk menyampaikan kepada pemerintah pusat terkait kebutuhan transportasi publik, termasuk double track dan elektrifikasi lanjutan dari rangkasbitung sampai merak,” kata Gubernur Andra.
Untuk memperkuat usulan tersebut, Pemprov Banten menyusun studi kelayakan sebagai dokumen pendukung dalam menyampaikan kebutuhan pengembangan perkeretaapian kepada pemerintah pusat.
“rencana tersebut sudah tertuang dalam RPJMN 2025-2029, namun belum masuk Renstra. Oleh karena itu kita menginisiasi melaksanakan atau membuat FS dan FGD ini sebagai bagian dari proses,” lanjut Gubernur Andra.
Ia berharap hasil kajian dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat dasar pengusulan pengembangan layanan kereta api di lintas tersebut.
“harapannya tentu dari FS ini bisa terkonfirmasi bahwa kebutuhan Masyarakat terhadap transportasi publik, double track atau Commuterline lanjutan dari Rangkasbitung ini bisa dilaksanakan,” terang Gubernur Andra.
Plt. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Endad Haryanto, mengatakan penyusunan kajian tersebut tidak terlepas dari perkembangan wilayah dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi perkeretaapian.
“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa perkembangan jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi bergerak dengan sangat cepat, kita menyadari bahwa peningkatan pelayanan terhadap kereta api merak rangkasbitung sudah menjadi kebutuhan.” Kata Endad dalam sambutan.
Menurut Endad, kebutuhan tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi Pemprov Banten untuk menyiapkan dokumen kajian yang dapat menjadi dasar dalam pengembangan layanan kereta api lintas Rangkasbitung-Merak.
“Kami juga melaporkan pada Bapak Gubernur dan hadirin sekalian, bahwa penyusunan kajian ini sesungguhnya berangkat dari komitmen dan sinergi kuat yang diinisiasi langsung oleh bapak Walikota Serang, maka diperlukan sebuah dokumen rancangan yang matang berupa studi kelayakan,” ungkapnya.
Endad menjelaskan, hasil penyusunan FS selanjutnya akan menjadi bahan yang disampaikan kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan, untuk mendapatkan tindak lanjut sesuai dengan kewenangan dan tahapan perencanaan pembangunan perkeretaapian.
“Nanti hasil FS akan disampaikan kepada direktorat jenderal perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk kemudian dilakukan kajian lebih lanjut,” jelasnya.
Ia menambahkan, FGD tersebut menjadi ruang untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak terkait sehingga dokumen studi kelayakan yang disusun dapat memperoleh perspektif teknis dan kebijakan yang lebih komprehensif.
“Sebagai laporan akhir, bahwa kegiatan FGD ini dilaksanakan dengan metode diskusi panel dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Perhubungan, Bappenas, balai Teknik perkeretaapian kelas I Jakarta, serta tim konsultan. Dan peserta yang hadir,” pungkasnya.
Sementara itu, Walikota Serang, Budi Rustandi, berharap penyusunan FS tersebut dapat segera ditindaklanjuti sehingga rencana pengembangan jalur kereta api Rangkasbitung-Merak dapat memasuki tahap pelaksanaan sesuai dengan komitmen yang telah dibangun bersama pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Banten.
“Alhamdulillah ini FS nya udah jadi ya, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa mulai on progress sesuai dengan komitmen awal ketika saya zoom dengan kemeterian perhubungan dan pak gubernur. Kalo bisa ini terlaksana, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sesuai arahan bapak presiden, ini diharapkan bisa dikerjakan sesuai dengan progress, terimakasih,” katanya saat dimintai keterangan setelah ikut menghadiri FGD tersebut.
Melalui penyusunan FS dan pelaksanaan FGD ini, Pemprov Banten berharap rencana elektrifikasi dan pengembangan double track lintas Rangkasbitung-Merak dapat memiliki dasar kajian yang kuat untuk ditindaklanjuti bersama pemerintah pusat. Pengembangan tersebut diharapkan turut meningkatkan konektivitas, memperluas akses transportasi publik, serta mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di Banten.