Operasi Penerapan Tarif Angkutan AKDP & AKAP Serta Dukungan Mobilisasi Angkutan Lebaran Tahun 2018/1439H

Serang – Bidang Angkutan dan Teknik Sarana dan Prasarana, Seksi Teknik Sarana dan Prasarana melakukan Operasi Penerapan Tarif Angkutan AKDP & AKAP Serta Dukungan Mobilisasi Angkutan Lebaran Tahun 2018/1439H. Sebelum terjun ke lapangan, diadakan rapat koordinasi dengan instansi terkait . Lokasi kegiatan terbagi atas Terminal Pakupatan Kota Serang, (10 & 19 Juni), Terminal Kadu Agung Lebak (11 & 20 Juni), Terminal Tarogong Labuan Kab. Pandeglang (12 & 21 Juni), Terminal Terpadu Merak Cilegon (13 & 22 Juni) dan Terminal Pakupatan Kota Serang (14 & 23 Juni).

Seperti yang disebut sebelumnya, kegiatan ini melibatkan instansi terkait. Untuk Operasi Penetapan Tarif melibatkan DENPOM III/4 Serang, Kapolda Banten, Dishub Kab/Kota se-Provinsi Banten. Kegiatan Dukungan Mobilisasi Angkutan Lebaran melibatkan DENPOM III/4 Serang, Kapolda Banten, Dinkes Prov. Banten an ORGANDA Prov. Banten.

Kegiatan dimulai pukul 08:00 WIB sesuai jadwalnya dengan diawali briefing, mobilisasi menuju lokasi dan apel persiapan. Pelaksanaan dimulai pukul 10:00 WIB dan berakhir pukul 12:00 WIB. Setelah kegiatan, dilakukan apel evaluasi pelaksanaan. Jadwal ini bersifat tentatif.

Operasi Tarif Angkutan AKDP & AKAP yang perlu disoroti adalah kenaikan tarif bus sampai 300 persen di Terminal Kadubanen. Terkait hal ini, bupati Pandeglang, Irna Narulita, turut lakukan inspeksi di Terminal Kadubanen, Banten. Irna menegur sopir dan kernet angkutan umum yang menaikan harga hingga 300%, terkait tindakan sepihak pengelola bus dalam menaikan tarif, Bupati mengancam akan mencabut izin PO Bus. Tarif penumpang bus non-AC jurusan Labuan-Kalideres yang biasanya Rp35.000 menjadi Rp100.000 per orang. Sementara tarif Labuan-Serang yang semula Rp20.000 menjadi Rp70.000. Saat ditegur, salah seorang sopir bus berdalih kenaikan sepihak tersebut dianggap wajar karena tuntutan perusahaan. Kenaikan harga hanya berlaku di saat hari-hari besar seperti Idul Fitri. Winni