Monitoring Penyusunan Perencanaan Anggaran Pengelolaan Pelabuhan Dermaga

Kab. Pandeglang - Seksi Kepelabuhan dan ASDP didampingi oleh Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan melakukan kegiatan Monitoring Penyusunan Perencanaan Anggaran Pengelolaan Pelabuhan Dermaga. Pasca tsunami Selat Sunda, beberapa sarana dan prasarana pelabuhan rusak, dari mulai jalan beserta instumennya (marka, rambu, PJU, perlengkapan keselamatan jalan) sampai dermaga. Kegiatan ini dilakukan untuk mendata kerusakan-kerusakan yang akan dilanjutkan dengan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk proses penganggaran. Daerah yang dimonitor adalah Sumur, Tamanjaya, dan tiga pulau lain (Peucang, Panaitan dan Handeuleum). Kegiatan dilakukan selama dua hari, Rabu (10 Juli 2019) sampai Kamis (11 Juli 2019).

SUMUR

Akses jalan provinsi dari Tanjung Lesung menuju Sumur dapat ditempuh melalui jalan Tanjung Lesung – Sumur berjarak kurang lebih 25km dengan kondisi sudah dicor 15km dan 10km masih dalam tahap pembangunan. Adapun perlengkapan jalan seperti marka, rambu, dan lampu masih minim, bahkan PJU belum terpasang sehingga jalan dikategorikan rawan kecelakaan dan kejahatan.

Akses jalan dari Cibaliung – Sumur kondisinya sebagian besar rusak berat, namun sudah terdapat rambu dan PJU pada titik-titik tertentu. Kondisi dermaga di Sumur pasca tsunami masih belum diperbaiki (rata dengan tanah), peruntukannya untuk dermaga nelayan dan penyebrangan antar pulau-pulau, terutama destinasi wisata.

TAMANJAYA

Akses jalan nasional menuju Tamanjaya, satu-satunya dari Sumur berjarak kurang lebih 22km. Kondisi terkini baru sampai tahap pelebaran/pondasi dan masih minim rambu, PJU maupun perlengkapan keselamatan jalan lainnya.

Dermaga di Tamanjaya kondisinya juga perlu perbaikanuntuk menjamin keselamatan pengguna seperti pagar pembatas dll. Penggunaannya untuk kapal nelayan, penelitian, dan destinasi wisata ke Pulau Peucang, Panaitan dan Handeuleum.

PULAU PEUCANG, PANAITAN DAN HANDEULEUM

Akses menuju ketiga pulau ini melalui dermaga penyebrangan, baik dari Tamanjaya, Sumur, Labuan, bahkan dari Anyer. Penyebrangan dapat dilakukan menggunakan kapal motor atau periode tertentu terdapat kapal pesiar. Dermaga di Pulau Panaitan relatif masih bagus, di Pulau Peucang butuh perbaikan, sedangkan di Pulau Handeuleum hancur total akibat tsunami. Dermaga di pulau-pulau ini diperuntukan untuk wisata, penelitian, konservasi, dll. Saat ini, penataan dan pengelolaan dikerjakan oleh Balai Taman Nasional Ujung Kulon. (Winnie)