PEMILIHAN ABDI YASA TELADAN 2019

Serang,(16 Juli 2019) Dinas Perhubungan Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan pemilihan supir teladan tahun 2019 yang dilaksanakan di ruang rapat Dinas Perhubungan  provinsi Banten. peserta terdiri dari 24 Orang yang hadir dalam acara tersebut berasal dari Organisasi Angkutan Darat (Organda), PT.Blue Bird Tangareng selatan, Perusahaan Organda (PO) Asli Prima, usahaan Organda (PO) Murni Jaya dan Perum Damri. Peserta yang hadir dalam acara pemilihan Abdi Yasa teladan sebelumnya telah menjalani seleksi dari tingkat Kab/Kota. Narasumber dalam kegiatan ini terdiri dari Kepala Dinas Perhubungan, Kabid Lalu Lintas Provinsi Banten, POLDA BANTEN, dan Jasaraharja.

Narasumber dari Polda Banten (AKPB. Tri Laksono), memiliki kesempatan untuk menyampaikan materi kepada para peserta abdi Yasa teladan dengan tema “ LALU LINTAS SEBAGAI URAT NADI “ urat nadi merumakan refleksi budaya bangsa, cermin tingkat modernitas ,dalam kesempatan yang baik ini  AKBP Tri Laksono juga menyampaikan kepada para peserta mengapa  bisa terjadi kecelakan, terjadinya kecelakan berawal dari pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas, adapun penyebab kecelakan berkendara ada tiga factor yaitu :

  1. Kondisi Lingkungan (kondisi Jalan, Kondisi Lalu Lintas, dan Kondi alam);
  2. Kondisi Kendaraan (tidak laik pakai dan mengalami kerusakan);
  3. Pihak ketiga(pengguna jalan lain);
  4. Pengendara /diri sendiri.

 

AKBP Tri Laksono juga menjelaskan mengenaiTata tertib berlalu lintas dijalan meliputi :

1. batas kecepatan

2. laju kiri

3. prioritas pejalan kasi

4. Safety Belt

5. Perilaku Tertib

6. Aturan Rambu- rambu Lalu Lintas

7. Lintasan KA

8. Tanjakan, Simpangan dan Turunan

9. Helm

Selain Tata Tertib berlalu lintas, pengendara roda 2 maupun roda empat memiliki batas kecepatan yang mesti diperhatikan oleh seorangpengendara menurut pasal PS 21 AYAT (1) & PS 115 HRF A UU 22 TH 2009 “ setiap jalan memiliki batas kecepatan paling tinggi yang ditetapkan secara nasional dan dilarang kemudikan kendaraan lebihi batas kecepatan tinggi yang diperoleh, menurut Pasal 3 Ayat (4) PERMENHUB 111 Tahun 2015 digongkan menjadi :

 

  1. Min 60 KM perjam dalam kondisi arus bebas dan Max 100 KM perjam untuk jalan bebas hambatan
  2. Max 80 KM/Jam untuk  jalan antar kota
  3. Max 50 KM/Jam untuk Kawasan Perkotaan
  4. Max 30 KM/Jam untuk Kawasan Pemukiman

 

Dalam kesempatan terakhirnya AKBP Tri Laksono juga menyampaikan Seorang pengendara kendaraan baik roda dua atau roda empat selain memperhatikan batas kecepatan berkendara, tata tertib berlalu lintas juga mesti memperhatikanprosedur berkendara yang amanyang meliputi :

  1. Memndang jauh kedepan
  2. Kontrol (pantau) sekeliling
  3. Gerakan Mata
  4. Siapakan Jalan Keluar
  5. Komunikasi

Dalam kesempatkan kedua penyampaikan materi dalam kegiatan Abdi Yasa teladan disampaikan oleh narasumber yang berasal dari JASARAHARJA CAB. BANTEN, Jasaraharja sendiri adalah BUMN yang berada di Indonesia tujuan berdirinya Jasaraharja adalah untuk pembayaran santunan kepada para korban pengendara kendaraan baik roda dua,roda empat, atau pengguna angkutan umum baik udara, laut ataupundarat setelah melakukan pembayaran iuran wajib, ruang lingkup siapa saja yang terjamin oleh Jasaraharja diatur dalam UU No. 33/1964 Jo PP No. 17/1965 UU No. 34/1964 Jo PP No. 18 /1965, jaminan menurut 34/1964 Jo PP No. 18 /1965 :

  1. Korban Kecelakaan Lalu Lintas Karena tertabrak kendaraan bermotor atau kereta api;
  2. Tabrakan dua kendaraan  atau lebih yang berada diluar kendaraan penyebab;
  3. Korban kasusu tabrak lari (terlebih dahulu dilakukan penelitian atas kasus  kejadiannya).

Besaran santunanyang ditentukan oleh UU 33 tahun 1964:

  1. Meninggal dunia 50 Jta
  2. Cacat tetap 50 Jta
  3. Biaya perawatan  25 Jta
  4. Penganti biaya P#K 1 Jta
  5. Penggantian Biaya ambulans 500 Ribu
  6. Biaya Pengkuburan 4 Jta

Latar belakang di laksanaknnya Abdi Yasa Teladan adalah salah satu peran serta angkutan umum yang memiliki kinerja dan disiplin yang baik sangat dibutuhakan dalam upaya untuk mewujudkan terselenggaranya pelayanan angkutan penumpang umum di jalan dengan aman, nyaman, tertib, lancar dan selamat oleh karena itu pemerintah memberikan penghargaan baik secara langsung maupun tidak langsung salah satunya melalui mekanisme pemilihan, Peserta yang mengikuti Abdi Yasa teladan yang akan dikirmkan ditingkat Nasional harus melaluli beberapa tahapandiantaranya yang telah mengikuti Abdi Yasa teladan Mewakili Tingkat Kab/Kota setalah terpilih dari Kab/Kota mewakili Tingkat Provinsi di tingkat Provinsi Para peserta Abdi Yasa teladan di beri soal Pembekalan Abdi Yasa Teladan yang berasal dari Dinas Pehubungan Provinsi Banten, POLDA BANTEN dan Jasaraharja Cab. Banten, setelahmelewati tahapan terpililah Abdi yasa Teladan yang akan mewakili Abdi Yasa Teladan Tingkat Nasionaldengan urutan juara yaiyu :

  1. NUR ARIFIN  dengan bobot nilai 82,58 (PT.BLUE BIRD GROUP KOTA TANGSEL)
  2. EKA SATRIA FINANDITA dengan bobot nilai 81,61 (PT.BLUE BIRD GROUP KOTA TANGSEL)
  3. RASITO dengan bobot nilai 81,34 (PT.BLUE BIRD GROUP KOTA TANGSEL)

 

Dengan terpilihnya Abdi Yasa Teladan Tingkat Provinsi diharapkan dapat mewakili Abdi Yasa Teladan tingkat Nasionalyang membawa nama baik Provinsi Banten. (Tina)