Komunitas Masyarakat Sadar Keselamatan (KMSK)

Serang - Seksi Bina Keselamatan Transportasi Darat mengadakan acara Komunitas Masyarakat Sadar Keselamatan (KMSK) pada hari Selasa (18/6) yang diadakan oleh di Ruang Rapat Dinas Perhubungan Provinsi Banten. Acara dihadiri oleh Dinas Kab/Kota guna menyatukan visi, sharing, mengevaluasi dan merencanakan kebijakan bersama. Meningkatnya angka kematian disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas menjadi dasar diadakan acara ini. Dinas Perhubungan Provinsi Banten memiliki peran dalam menekan terjadinya hal tersebut dengan menjadi pembina KSMK.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Tri Nurtopo, MT. Ia menyampaikan pengantar keselamatan jalan secara umum.

“Pembentukan KMSK melibatkan seluruh lapisan masyarakan yang aktif menggunakan sarana dan prasarana jalan. Komunitas ini dibentuk dengan tujuan sebagai pelopor keselamatan khususnya kalangan pelajar dan masyarakat luas” ucap Tri. Melalui pembekalan, kelompok ini diharapkan akan aktif secara individiu mempromosikan dan mempelopori keselamatan dalam berlalu lintas kepada masyarakat disekitarnya, terutama para pelajar di ruang lingkup pendidikan. Pembukaan ditutup dengan doa bersama dan selanjutnya diteruskan dengan penyampaian materi.

KMSK dibentuk oleh kelompok masyarakat yang sadar dan peduli keselamatan dengan memilih berdasarkan titik lokasi terntentu sebagai fokus utama. Sebagai organisasi yang independen, KMSK akan lebih mudah berkomunikasi dengan pemangku kepentingan lainnya (contohnya institusi pemerintah terkait, swasta, lembaga internasional, LSM dll). Apabila sudah terbentuk, dilakukan FGD, kampanye, dan membuat rekomendasi ke pihak terkait.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan bertema Lalu Lintas menghadirkan narasumber dari PT. Jasa Raharja dan Polda. PT. Jasa Raharja memberikan materi mengenai Keselamatan Jalan; Kewajiban Bagi Pengusaha/Pemilik Kendaraan Bermotor, Penumpang serta Pemilik/Pengusaha/Pengelola Angkutan Penumpang; dan Pengetahuan Asuransi Kecelakaan Jasa Raharja. Mengingat besarnya resiko berkendara, pihak Jasa Raharja juga mengingatkan pentingnya memiliki asuransi baik itu asuransi kendaraan atau pemilik kendaraan.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Ditlantas Polda Provinsi Banten. Setelah pembekalan teori yang cukup dari materi yang sudah disampaikan oleh dua narasumber sebelumnya, dirasa perlu Praktek Tata Cara Berlalu Lintas Bagi Pengemudi.

“Setiap pengemudi kendaraan wajib memiliki SIM, membawa STNK dan pajak aktif” ujar AKBP Trilaksono, SH., MM. Selain kewajiban tersebut, pengemudi juga harus mengetahui pengetahuan dasar tentang kendaraan bermotor dan tanggungjawab dalam berlalu lintas. Ia juga menjelaskan bagaimana menjadi pengemudi yang baik, etika berkendara, pemahaman rambu & marka jalan, serta tips-tips keselamatansaat berkendara.

Setiap penyampaian materi disisipi dengan diskusi tanya jawab maupun sharing. Acara berakhir sekitar pukul 14:00 WIB, ditutup oleh panitia. (Winnie)